Pengertian kasus HIV dan AIDS di Indonesia

Pengertian remaja

            Menurut
WHO, Remaja merupakan penduduk yang dalam rentang usia 10-19 tahun. Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014, Remaja adalah penduduk
dalam rentang usia 10-18 tahun. Sedangkan menurut Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum
menikah. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah kelompok usia 10-19
tahun di Indonesia sebanyak 43,5 juta penduduk atau sekitar 18% dari jumlah
penduduk Indonesia.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Pengertian HIV/AIDS

            Menurut  (Marx, 1982),
yang dimaksud dengan Acquired
Immunodeficiency Syndrome atau Acquired
Immune Deficiency Syndrome (AIDS)
adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya
sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi
virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya. Virusnya disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu
virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.  Acquired
Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
dapat diartikan sebagai kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh
menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi Human
Immunodeficiency Virus (HIV),
AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV
(Djoerban Z., 2009).

 

Data kasus HIV dan AIDS di Indonesia      

            Pada
tahun 2011, jumlah kasus AIDS dilaporkan mencapai angka 24.482 kasus  (Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia, 2011). Di
Indonesia pada tahun 2015,  kejadian HIV
sebanyak 30.935 orang dan kejadian AIDS sebanyak 7.185 orang. Berdasarkan
kelompok umur, kejadian HIV paling banyak pada umur 20-49 tahun sebesar 87%,
sedangkan kejadian AIDS paling banyak pada umur 20-49
tahun sebesar 81% (Komisi Penanggulangan AIDS, 2016). Berdasarkan usia
kasus HIV/AIDS di Indonesia paling banyak diderita oleh usia produktif 25-49
tahun dan usia remaja 15-19 tahun menduduki posisi kelima (Infodatin, 2014). Sampai dengan tahun 2005 jumlah AIDS yang dilaporkan
sebanyak 4.987 kasus, tahun 2006 sebanyak 3.514 kasus, tahun 2007 sebanyak
4.425, tahun 2008 sebanyak 4.943, tahun 2009 sebanyak 5.483, tahun 2010
sebanyak 6.845 kasus, tahun 2011 sebanyak 7.004 kasus, dan pada tahun 2012
sebanyak 5.686 kasus. Dari tahun 1987 sampai dengan bulan Juni tahun 2013, jumlah
kumulatif infeksi HIV sebanyak 108.600 orang, sedangkan jumlah kumulatif AIDS
sebanyak 43.667 orang (Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Kemenkes RI, 2013)

 

Latar Belakang           

            Remaja
di era sekarang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat baik
secara fisik, psikologis maupun secara intelektual. Dalam
hal keingintahuan yang besar terhadap sesuatu, suka akan petualangan dan
tantangan, dan cenderung berani berbuat sesuatu yang dapat menanggung risiko
atas perbuatannya tanpa adanya pertimbangan yang matang terlebih dahulu
merupakan beberapa sifat khas remaja. Apabila keputusan menanggung
risiko yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat, maka mereka akan
jatuh kedalam perilaku berisiko dan harus menanggung akibatnya dalam jangka
waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Sifat dan
perilaku berisiko pada remaja tersebut, maka memerlukan ketersediaan pelayanan
kesehatan peduli akan remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan remaja
termasuk pelayanan untuk kesehatan reproduksi.

 

Penjelasan mengenai HIV/AIDS

            Berdasarkan
data kasus HIV dan AIDS di Indonesia diatas,
paling banyak diderita oleh usia produktif 25-49 tahun dan usia remaja
15-19 tahun menduduki posisi kelima. Tingginya kasus
pada kelompok usia produktif 25-49 tahun yang terinfeksi HIV/AIDS memberi
isyarat bahwa infeksi telah terjadi pada usia yang lebih muda, mengingat masa
inkubasi sekitar 5-10 tahun, yaitu pada saat remaja diperkiraan terjadinya
kontak pertama dengan HIV. Sehingga dapat dikatakan bahwa usia remaja
adalah usia yang rawan terkena HIV. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan
kejadian HIV/AIDS pada remaja yaitu melakukan hubungan seksual yang tidak aman,
menggunakan zat terlarang (alkohol, narkoba, tembakau), dan kurangnya kesadaran
remaja akan informasi tentang kesehatan reproduksi. Tidak
sedikit dari remaja yang kekurangan informasi dasar mengenai kesehatan
reproduksi dan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi, sehingga mereka
sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi seperti HIV/AIDS. Berdasarkan
hasil observasi beberapa remaja mengatakan bahwa mereka memiliki pengetahuan
yang kurang tentang HIV/AIDS dan perilaku seksual pranikah. Mereka juga tidak
paham dengan adanya bahaya dan risiko HIV/AIDS dan jika melakukan hubungan
seksual pranikah. Mereka juga tidak tahu bagaimana cara atau sikap yang harus
dilakukan untuk mengcegah dan menghindari HIV/AIDS dan perilaku seksual
pranikah. Masih minimnya jumlah remaja usia 15-24 tahun yang memiliki pemahaman mengenai HIV/AIDS yang hanya mencapai 20,6% dari
targetnya yaitu 85% (Putra, 2013).
Sehingga remaja 15-19 tahun perlu menjadi sasaran utama dalam program
penanggulangan HIV/AIDS, salah satu program nya adalah dengan penyuluhan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan untuk mengetahui tingkat
pengetahuan remaja mengenai masalah kesehatan reproduksi seperti HIV/AIDS. Dan
dengan adanya penyuluhan itu, diharapkan para remaja sudah mengerti mengenai
cara menyikapi hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi yaitu
HIV/AIDS.

 

Daftar Pustaka

Astuti, M. (2017). Perbedaan Pengetahuan Terkait Pencegahan
HIV/AIDS pada Siswa SMP Di Pesantren dengan Sekolah Negeri di Kota Bogor. Midwife
Journal, 39-40.

Demografi, L. (2017). Ringkasan Studi. Brief Notes, 2.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Kemenkes RI. (2013). Retrieved Februari 2, 2014, from
http://www.aidsindonesia.or.id

Djoerban Z., D. S. (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Infodatin. (2012). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja.
Kementerian Kesehatan RI.

Infodatin. (2014). Situasi dan Analisis HIV AIDS.
Pusat Data dan Informasi Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. (2011). Laporan perkembangan HIV dan AIDS di Indonesia sampai
Maret 2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Komisi Penanggulangan AIDS. (2016). Laporan Kementerian
Kesehatan Triwulan II Tahun 2016. Komisi Penanggulangan AIDS.

Marx, J. L. (1982). New disease baffles medical community. Science
PubMed, 217 (4560): 618-21.

Putra, Y. M. (2013). Republika Online. Retrieved
February 05, 13, from
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/02/05/mhr89x-jumlah-remaja-paham-hivaids-masih-minim

x

Hi!
I'm Johnny!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out