Sopan “lingkungan pertama yang mula-mula memberikan pengaruh yang

Sopan santun adalah hal yang penting untuk dipelajari dan diterapkan oleh diri kita sendiri. Bertingkah laku sesuai dengan cara yang diterima dan dihargai oleh lingkungan sosial menunjukkan rasa hormat, kepedulian, dan perhatian kepada orang lain, maka sebuah perilaku sopan santun sangat dibutuhkan didalam aspek sosial masyarakat. Indonesia sendiri sudah dikenal luas oleh dunia sebagai negara yang ramah dan menjujung tinggi tentang kebudayaan. Sopan santun sudah menajadi keistimewaan bagi bangsa Indonesia itu sendiri, namun belakangan ini perlikau sopan santun di Indonesia berbeda seperti yang dulu dikenal oleh dunia. Mungkin ada beberapa orang yang beranggapan bahwa perilaku sopan santun yang terkenal dari bangsa Indonesia sudah memudar, tapi bukan menghilang melainkan mengalami perubahan.Faktor-faktor yang mengakibatkan berubahnya sopan santun khususnya untuk generasi muda adalah tayangan telivisi, media elektronik, dan lingkungan. Faktor yang sangat besar mempengaruhi kultur sopan santun untuk generasi muda adalah Internet dan sosial media, karena zaman sekarang mengakses internet itu sangat mudah. Selain faktor tersebut ada juga faktor eksternal yaitu faktor budaya barat yang sangat berperan penting menggantikan posisi budaya lokal bangsa Indonesia. Lingkungan juga berperan penting pada perubahan pola perilaku sopan santun terhadap generasi, Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Gunarsa (2009 : 5) bahwa lingkungan keluarga merupakan “lingkungan pertama yang mula-mula memberikan pengaruh yang mendalam bagi anak”. Dari anggota-anggota keluarganya (ayah, ibu dan saudara-saudaranya) anak memperoleh segala kemampuan dasar, baik intelektual maupun sosial. Setiap sikap, pandangan dan pendapat orang tua atau anggota keluarga lainnya akan dijadikan contoh oleh anak dalam berperilaku. Demikian juga dengan pendapat Sadjaah (2002) yangmengemukakan bahwa “keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat memiliki nuclear family maupun extended family, yang secara nyata mendidik kepribadian seseorang dan mewariskan nilai-nilai budaya melalui interaksi sesame anggota dalam mencapai tujuan”. Dalam beberapa pendapat para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan berarti lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama ini sangat penting dalam membentuk pola kepribadian anak. Karena di dalam keluarga, anak pertama kali mendapat pengetahuan tentang nilai dan norma. Berubahnya cara berperilaku sopan santun yang terjadi di Bangsa Indonesia ini sangat cepat pada zaman modern. Contohnya, mengucapkan permisi ketika bertemu kepada orang yang lebih tua dari Kita dan contoh lainnya memanggil saudara yang lebih tua dengan sebutan mas, teteh, mbak, dan lain sebagainya.Sebenarnya budaya sopan santun tidak hanya dari tutur kata, tapi dari perilaku dan penampilan. Pada dasarnya perilaku sopan dan santun harus diterapkan dimana dan kapan saja, dengan teman bahkan dengan orang yang lebih tua dari pada kita. Memang setiap daerah mematok budaya sopan santun itu secara berbeda-beda, oleh karena itu saatnya para generasi muda harus melastarikan budaya sopan santun untuk masa depan yang lebih baik. Untuk orang tua seharusnya mereka menmonitor perilaku dan tata krama anak-anaknya ketika berkomunikasi. Perubahan perilaku sopan santun terhadap generasi muda mengakibatkan banyaknya variasi gaya atau perilaku sopan santun kepada orang yang lebih tua, contoh saja zaman dahulu mungkin berbicara kepada dosen atau guru yang lebih tua murid akan takut dan enggan untuk berbiaca, namun zaman sekarang ini murid atau mahasiswa bisa bercerita tentang masalah pribadi dengan gurunya sesuka hati, walaupun ada beberapa aturan yang harus diikuti mahasiswa.

x

Hi!
I'm Johnny!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out