System alat bantu. Dengan demikian system thinking dapat

System thinking,
jadi menyelesaikan persoalan itu mengubah kondisi real (exited) menjadi kondisi
yang diingikan. Dalam dunia nyata sering dikompromikan, oleh kaeran itu kondisi
real susah diubah sesuai dengan yang diingikan, maka keinginan itu diturunkan
atau diketkan menjadi tidak terlalu jauh dengan kondisi real. Untuk mengubah
kondisi real menjadi kondisi yang diingikan ini dapat dicapai dengan memngubah
strtuktur kesisteman persoalan yang kita hadapi itu.

Tentu
saja dalam dunia nyatanya tidak sederhana itu, kita masing-masing lebih tau
bagaimana mengubah dunia nyata disekitar kita agar sesuai dengan yang
diingikan. Belum lagi menjawab pertanyaan: ” keinginan siapa ?”. diantara
banyak tantangan yang masing-masing kita ketahui, berikut ini beberapa yang
sering muncul.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.                 
Dampak
yang tidak diharapkan

Penyelesian
suatu persoalan yang sering menimbulkan persoalan baru yang tidak diduga
sebelumnya. Sering juga kita mengaggap sebagai efek samping. Sebenarnya efek
samping atau dampak takteduga ini terjadi karena kita tidak memhami dengan baik
strtuktur persoalannya, sehingga luput dari perhatian.

2.                 
Fokus
pada satu bagian mengabaikan keseluruhan.

Fenomena
ini mirip dengan cerita sering kita simak. Sekelompok orang yang belum pernah
melihat gajah kemudian matanya ditutup, dan dipersilahkan mengenali gajah
dengan merabanya. Yang meraba kaki gajah, mengatakan bahwa gajah mirip pohon.
Orang byang memegang kuping gajah, berpendapat bahwa gajah mirip daun. Dan
seterusnya. Karena masing-masing tidak paham persoalan keseluruhannya maka masing-masing
punya keputusan yang berbeda untuk persoalan yang sama. Atau sebaliknya, memlih
keputasan sama untuk persoalan yang berbeda.

3.                 
Manfaat
jangka pendek, mudarat jangka panjang.

Keputusan
untuk mengambil keuntungan sesaat, tanpa memperdulikan kerusakan yang lebih
besar pada waktu yang akan datang, ini sering dilakukan Karena pertimbangan
periode waktu jabatan.

4.                 
Kita
hanya melihat apa yang kita lihat.

Oleh
karena konsentrasi pada apa yang sedang diharapkan, sering luput persoalan lain
yang sebenarnya lebih penting dari yang diharapkan.

Demikian
antara lain tangtangan-tantangan yang dihadapi itu ketika kita akan mengubah
dan merkayasa system agar pola perilakunya sesuai dengan yang diingikan.
Diantara tantangan itu ada satu kesempatan (opportunity) yaitu kita
memungkinkan untuk menemukan suatu “leverage point” (titik ungkit). Laverage
point itu suatu jargon dalam system thinking, yaitu suatu posisi dimana kita
bisa memberikan upaya kecil yang akan tetapi mempunya efek yang besar.

Dalam
merespon tantangan dan kesempatan itu system thinking memberikan suatu cara
pandang, bahasa dan alat bantu. Dengan demikian system thinking dapat berperan
untuk :

ü   
Mengenali masalah yang
dapat menimbulkan masalah baru lagi

ü   
Focus pada keseluruhan,
daripada kebagian-bagiannya

ü   
Menghindari tindakan
yang menguntungkan saat ini tetapi merugikan saat nanti

ü   
Melihat realitas apa
adanya, bukan melihat yang diharapkan.

ü   
Menemukan leverage
point “titik ungkit”

STRUKTUR
SISTEMIK

A.                
Pandangan Umum

Struktur suatu organisasi adalah bagian
organisasi desain aliran dan proses tugas organisasi

B.                
Sistem Thinking

Struktur adalah pola hubungan yang
saling terkait antara kompnen-komponen utama system tersebut yang tidak hanya
mencakup hirarki dan arus proses tetapi juga mencakup sikap dan presepsi, mutu
produk, cara-cara pembuatan keputusan.

MEMULAI
BERFIKIR SISTEM

Memulai dengan
bercerita =  ACARA – POLA PRILAKU –
SISTEM – MODEL MENTAL

 Contoh kasus              :

            Penjualan, mengkompensasikan
pelanggan-pelannggan yang hilang merupakan hal yang sangat penting ini bukan
hanya masalah bonus saya kita sedang berbicara tentang masalah perusahaan
secara keseluruhan, Berikutnya upaya satuan penjualan untuk mendapat pelanggan
baru kemudian mencapai target penjualan dalam hal ini mencapai target penjualan
saya harus mampu memberikan usaha yang lebih agar penjualan dapat mencapai
sasaran walaupun di dalamnya terdapat tekanan pada management yang semakin
besar pada penjualan yang sudah di targetkan, kemudian masalah layanan saya
selalu mempunyai beban untuk bertindak sesuai dengan janji mereka namun saya
tidak akan mengeluh, saya diam saja dan melakukan yang terbaik yang bisa saya
lakukan sehingga dapat melakukan penjualan dengan maksimal.

BAHASA
BERFIKIR SISTEM

            Hubungan =   hubungan (sebab akibat) –penjualan – upaya
satuan penjualan untuk mendapatkan pelanggan baru- masalah layanan.

POLA
DASAR BERFIKIR SISTEM

·                   
Putaran penyeimbangan
penyelesaian cepat dalam penyelesaian-penyelesaian yang memperburuk masalah

·                   
Putaran pertumbuhan
penguatan dalam : “batas-batas pertumbuhan ”

·                   
Putaran penyelesaian
cepat dalam “mengeser beban”

·                   
Putaran prilaku dalam
“tragedi commons”

·                   
Penyelesaian-peyelesaian
yang memperburuk masalah

·                   
Meningkatkan kesadaran
akan konsekuensi-konsekuensi  yang tidak
di harapkan

·                   
Kurangilah frekuensi
anda menerapkan penyelesaian dan jumlah penyelesaian yang anda terapkan setiap
kali

·                   
Bisakah anda mengelola
atau meminimalkan konsekuensi-konsekuensi 
yang tidak di inginkan

·                   
Susunlah kembali dan
tanganilah akar permasalahannya tinggalkan penyelesaian yang hanya mengatasi
gejalanya saja.

 

 

7       
Langkah untuk menerobos
kemacetan organisasi  :

ü    Mengidentifikasi
tindakan-tindakan berpengaruh besar

ü    Menemukan
hubungan saling terkait dengan putaran-putaran mendasar

ü    Memetakan
dampak samping ketagihan dari penyelesaian cepat

ü    Identifikasi
penyelesaian-penyelesaian mendasar

ü    Identifikasi
dapak yang tidak di inginkan

ü    Petakan
semua penyelesaian cepat

ü    Identifikasi
gejala masalah mula-mulanya

ORGANIZATIONAL
LEARNING

Untuk apa ?

                 
Karena kita
menginginkan kinerja yang unggul

                 
Meningkatkan mutu

                 
Bagi pelanggan

                 
Untuk keunggulan
bersaing

                 
Untuk suatu satuan
kerja yang bersemangat dan berkomitmen

                 
Untuk mengelola
perubahan

                 
Untuk kebenaran

                 
Karena waktu
menuntutnya

                 
Karena kita mengakui
kesaling tergantunggan kita

                 
Karna kita
menginginkannya

Mendesain suatu organisasi pembelajaran
= implementasi – presentasi dan prioritas – pemikira yang konfergen – kejelasan
– pemikiran difergen – membentuk kelompok.

x

Hi!
I'm Johnny!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out